Kasus meninggalnya NS, anak di Sukabumi, yang diduga mengalami kekerasan dari ibu tirinya masih diselidiki polisi. Hingga kini, aparat belum menetapkan tersangka dan masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Ayah korban, Anwar Satibi, mengaku sangat terpukul. Ia menyebut NS merupakan pelajar SMP kelas 1 sekaligus santri di Pondok Pesantren Darul Maarif, Kecamatan Cibitung, yang memiliki cita-cita menjadi kiai. Menjelang Ramadan, NS pulang ke rumah keluarga di Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, dan disebut dalam kondisi baik-baik saja.
Pada Rabu (18/2), saat Anwar sedang bekerja, ibu tiri korban, TR, menghubunginya dan menyampaikan bahwa NS mengalami demam. Ketika Anwar tiba di rumah, ia merasa ada kondisi yang tidak wajar pada tubuh anaknya. Keesokan harinya, atas ajakan ibu tiri, NS dibawa ke RSUD Jampangkulon. Di rumah sakit, Anwar semakin curiga dan meminta pengurus pesantren, Isep Dadang Sukmana, untuk datang menjenguk.
Di ruang IGD, menurut keterangan Anwar, korban sempat menyampaikan pernyataan kepada pihak yang menemuinya. NS kemudian mendapat perawatan intensif di ICU karena kondisinya kritis, namun meninggal dunia pada Kamis sore. Atas kejadian ini, Anwar mendorong dilakukan autopsi agar penyebab kematian anaknya dapat dipastikan secara medis.
Anwar juga mengungkapkan bahwa dugaan kekerasan terhadap NS pernah terjadi sebelumnya dan sempat dilaporkan ke Polres Sukabumi, meski kemudian dimediasi secara kekeluargaan. Sementara itu, TR membantah tuduhan penganiayaan dan menyatakan kondisi NS disebabkan oleh penyakit. Polisi menyatakan masih mendalami keterangan para saksi serta menunggu hasil pemeriksaan untuk mengungkap fakta sebenarnya.
πΈ: Dok. Sukabumi Update.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
π: newsupdate | update | news | vidol | R120 | E053
#bicarafaktalewatberita #kumparan