Shitpost | Education | Finance | Information | MEMES | Historical Stories

Joined July 2025
1,619 Photos and videos
Pinned Tweet
Bukannya berhenti, eksperimen tetap lanjut. Mei 1946, ilmuwan bernama Louis Slotin melakukan hal yang lebih gila. Dia menggunakan obeng untuk menahan dua belahan kubah berilium agar tidak menutup rapat di atas inti plutonium tersebut. Dia menyebutnya "tickling the dragon's tail" atau menggelitik ekor naga. Teman Slotin: "Lou, itu serius lu cuma nahan bom nuklir pakai obeng minus karatan gitu?" Slotin: "Tenang, bro. Gue udah sering begini. Ini namanya teknik 'Gelitik Ekor Naga'. Selow, tangan gue steady banget kayak pro player." Teman Slotin: "Tapi itu kalau meleset dikit, kita semua jadi sate lho." Slotin: "Gak bakal, liat nih... dikit lagi... dikit lag—" Obeng: (Meleset) KLAK! Plutonium: ZAP! (Cahaya biru lebih terang dari masa depan) Slotin: "ASTAGA NAGA!" (Ngelempar penutup bom) Teman Slotin: "LOU! LU NGAPAIN?!" Slotin: "Udah, kalian mendingan bikin status wasiat sekarang. Gue barusan dapet tiket VIP ke akhirat." Teman Slotin: "Tadi katanya steady..." Slotin: "Ya namanya juga hidup, kalau gak khilaf ya... mampus." Slotin menyerap radiasi yang sangat mematikan. Dia meninggal 9 hari kemudian. Setelah kejadian Slotin, eksperimen tangan kosong langsung dilarang total. Inti plutonium itu akhirnya dilebur kembali menjadi bagian dari senjata nuklir lain karena dianggap terlalu "berhantu" dan berbahaya untuk disentuh manusia lagi.
Pada Agustus 1945, fisikawan bernama Harry Daghlian sedang bereksperimen sendirian. Padahal, protokol keamanan bilang kalau mainan ginian minimal harus berdua. Dia sedang menyusun batu bata tungsten karbida di sekitar inti plutonium untuk memantulkan neutron kembali ke inti agar mendekati kondisi kritis. Harry: "Dikit lagi... satu bata lagi... kalau ini ditaruh di sini, grafiknya pasti cakep banget. Gak perlu nunggu asisten besok pagi lah ya, gue kan udah pro." Keamanan Lab: (Ngetok pintu) "Woi Har! Belum pulang lu? Udah jam dua pagi!" Harry: "Bentar lagi, tanggung! Satu bata doang kok!" Tiba-tiba, saat dia hendak menempatkan bata terakhir, tangannya licin. Dia gak sengaja menjatuhkan satu bata tungsten itu tepat di atas bola plutonium tersebut. Apa yang terjadi? Plutonium itu langsung masuk ke fase supercritical. Cahaya biru menyambar (ionisasi udara) memenuhi ruangan. Harry panik dan langsung membongkar tumpukan bata itu pakai tangan kosong untuk menghentikan reaksinya. Bata Tungsten: (Kepeleset) PLUK! Plutonium: "ZAPPP!" (Ruangan seketika membiru) Harry: "ASTAGA! Kok jadi kayak konser Coldplay gini?! Biru semua!" Harry: (Panik ngebongkar bata panas pakai tangan) "Panas! Panas banget! Duh, jangan meledak dulu please, gue belum kawin!" Harry: (Napas terengah-engah) "Oke... oke... batanya udah lepas. Tapi barusan itu... itu tadi radiasi murni kan ya? Well, kayaknya gue baru aja dapet tiket VIP ke akhirat." Meskipun reaksinya berhenti, Harry sudah terpapar radiasi dosis tinggi. Dia meninggal 25 hari kemudian dengan kondisi yang sangat tragis akibat luka bakar radiasi yang parah.
47
160
1,230
218,496
Kadang thread panjang kalah perform sama satu tweet pendek. Bukan karena orang malas baca. Masalahnya ada di keputusan pertama. Waktu lihat tweet di beranda, orang cuma butuh 2 sampai 3 detik buat mutusin: lanjut baca atau lewat. Kalau tweet pertama terlalu padat, terlalu informatif, atau langsung “menjelaskan semuanya”, otak pembaca cepat capek sebelum tertarik. Sebaliknya, tweet pendek yang membuka rasa penasaran justru bikin orang berhenti scroll. Setelah berhenti, barulah mereka mau baca lebih jauh. Di 𝕏, perhatian itu didapat dulu, baru informasi diterima. Jadi bukan berarti thread jelek. Tapi thread tanpa hook hampir selalu kalah dari satu kalimat yang bikin orang berhenti.
12
14
168
Tragedi kue sagu keju di hari lebaran 🗿
4
7
296
Mulai minggu depan X bakal suspend akun yang bikin promosi berbayar tapi nggak jujur (tanpa disclosure). Jadi kalau kamu dibayar / ada deal, tapi dipost seolah opini pribadi → kena. Yang lagi diincer: • review project tapi sebenarnya paid • thread “edukasi/alpha” ada link referral tersembunyi • promo tools / website tapi pura-pura pengalaman pribadi • akun clip video yang nyelipin logo atau sponsor X juga bakal nyediain fitur disclosure khusus. Artinya platform mau: iklan = harus jelas iklan. Bukan masalah kamu promosi, masalahnya menyamar jadi opini netral. Simple: Jujur → aman Nyamar → risk suspend
61
5
71
3,418
Nanti berbuka puasa makan apa ya enaknya...?
23
11
657
Dzector retweeted
Kenapa kadang tweet yang pakai hashtag malah lebih sepi? Karena 𝕏 sekarang bukan mesin pencari duluan, tapi mesin rekomendasi duluan. Algoritma lebih peduli siapa yang bereaksi, bukan kata apa yang kamu pakai. Hashtag, kata “viral”, atau kalimat terlalu promosi sering dibaca sebagai konten yang mencoba menjangkau semua orang sekaligus. Akibatnya distribusi awalnya justru dipersempit. Sebaliknya, tweet yang bahas hal spesifik, pengalaman pribadi, atau opini jelas biasanya lebih cepat dapet respon awal. Dan respon awal itu yang menentukan apakah tweet lanjut disebarkan atau berhenti. Jadi masalahnya sering bukan di topik. Masalahnya tweet kita tidak terasa ditujukan ke siapa pun. Di 𝕏, tulisan yang terasa bicara ke seseorang hampir selalu lebih hidup daripada tulisan yang terasa bicara ke semua orang.
43
4
61
1,702
Sudah kubilang jangan disebarkan 😑
1
328
Katanya program MBG akan berjalan setiap hari, mungkin ini yang terjadi saat sahur 😹 Tolong jangan disebarkan ya...kemarin udah disuruh jangan sebarkan masib aja disebarkan 🙄 Just for fun tolong 🙏🙏
1
2
15
2,764
Katanya program MBG akan berjalan setiap hari, mungkin ini yang terjadi saat sahur 😹 Tolong jangan disebarkan ya...kemarin udah disuruh jangan sebarkan masib aja disebarkan 🙄 Just for fun tolong 🙏🙏
30
11
69
4,920
Sekadar mengingatkan, pintu taubat masih terbuka lebar bagi penganut sekte Martabak Manis-Telor ini.
14
16
543
Dzector retweeted
Banyak yang ngira kalau follower naik, impression otomatis ikut naik. Padahal di 𝕏, follower itu bukan distribusi. Interaksi yang konsisten itu distribusi. Algoritma jarang nunjukin tweet kita ke semua follower. Yang dilihat pertama justru: siapa yang sering berinteraksi dengan kita akhir akhir ini. Makanya kadang ada akun followernya kecil tapi tweetnya hidup. Dan ada juga yang followernya besar tapi postingannya sepi. Bukan karena topiknya jelek, tapi karena hubungan akunnya pasif. Di 𝕏, yang penting bukan berapa orang yang follow kamu. Yang penting berapa orang yang terbiasa ngobrol sama kamu. Follower itu angka. Interaksi itu jaringan.
94
5
114
4,304
TV Asahi : Stasiun TV asal Jepang
22
7,084
Pria solo itu sudah masuk berita jepang 🤣🤣🤣
43
7,998
TV Asahi : Stasiun TV asal Jepang
Pria solo itu sudah masuk berita jepang 🤣🤣🤣
19
4
30
8,500
Hei, jangan disebarkan 🥀🥲
3
1
51
11,025
Pria solo itu sudah masuk berita jepang 🤣🤣🤣
69
403
5,185
54,586
Dzector retweeted
Buat kalian pejuang cenblue! X lagi ngasih sinyal jelas: ❌ Spam “GM” repetitif & reply template → bisa dianggap engagement farming ❌ AI reply massal / one-liner kosong → makin berisiko ❌ Post low-effort (cuma numpang lewat di semua thread) Kenapa? Karena X sekarang ngejar kualitas percakapan, bukan sekadar aktivitas. Makanya ada creator 25K followers yang kena suspend cuma gara-gara nyepam sapaan hampir sama ke banyak tweet. Bahkan head of product-nya juga terang-terangan: feed bukan tempat dipenuhi konten low-effort (termasuk post prediksi/event yang cuma copy-paste angka tanpa insight). Artinya algoritma sekarang bukan lagi: «yang paling rajin komen = paling naik» Tapi: «yang paling nambah nilai ke diskusi = paling dipromosikan» Jadi kalau mau grow aman monetisasi: • Reply opini, bukan sapaan (maksudnya spam sapaan) • Tambah konteks / insight • Bikin orang mikir atau diskusi 2024: farming attention 2026: earning trust
61
11
99
3,964
Adegan fast and furious Tokyo drift yang terhapus 😹 tolong janga sebarkan ini 🙏
441
3,351
12,490
425,725